Mengenal Apa Itu Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Mekanisme Penerapannya

Biaya kuliah menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan saat  ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

Saat ini walaupun kamu kuliah di PTN, tidak menjamin biaya kuliah kamu lebih murah dibandingkan kuliah di Perguruan Tinggi Swasta, bahkan ada beberapa PTS yang biaya kuliahnya lebih murah dibandingkan di PTN.

Maka dari itu, ada baiknya kamu terlebih dahulu memahami sistem biaya kuliah di PTN yang kamu tuju, terutama bagi kamu yang ingin memutuskan untuk mengikuti Tes Masuk PTN melalui jalur Mandiri sebab biasanya biaya kuliah pada jalur ini lebih mahal dibandingkan jika kamu lolos melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN.

Saat ini biaya kuliah di perguruan tinggi negeri telah menerapkan sistem UKT sebagai komponen pembiayaan kepada para mahasiswanya.


Apa Itu UKT ?

UKT (Uang Kuliah Tunggal) adalah biaya kuliah yang dibebankan kepada masing-masing mahasiswa dan wajib dibayar tiap semeternya mulai dari semester awal hingga mahasiswa yang bersangkutan lulus.

Sistem UKT tersebut dikeluarkan dan ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2013 melalui Surat Edaran Dirjen Dikti No.97/E/KU/2013. Dimana didalam surat itu pemerintah meminta seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk menghapuskan Uang Pangkal (UP) bagi mahasiswa reguler dan menggantikannya dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Memahami Mekanisme Penerapan UKT

Biaya kuliah Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia saat ini telah menerapkan sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal) kepada para mahasiswanya. Dimana didalam UKT tersebut telah mencakup semua komponen pembiayaan seperti pembayaran uang SPP, uang gedung, uang praktikum, Almamater maupun pembayaran-pembayaran komponen lainnya.

UKT tersebut wajib kamu bayar tiap semesternya hingga kamu lulus/wisuda nanti. Sebagai contohnya misalnya kamu mendapatkan UKT 3, dimana di UKT 3 tersebut kamu harus membayar 2 juta, maka kamu wajib membayar 2 juta tiap semesternya.

Jika kamu tidak membayar dalam jangka waktu yang telah ditetapkan maka kamu akan dikenakan sanksi oleh pihak kampus seperti alpa studi.

Penerapan sistem UKT ini berdasarkan peraturan Permendikbud No. 55 tahun 2013 bahwa “Uang Kuliah Tunggal ditetapkan berdasarkan biaya kuliah tunggal dikurangi biaya yang ditanggung oleh pemerintah, bunyi pasal 1 ayat 1 Permendikbud itu. Kata tunggal dalam UKT berarti tidak ada bentuk tarikan dana lain, kecuali Surat Permintaan Bayaran (SPP). Besarnya nominal UKT ditentukan sebagai SPP maksimum yang boleh diterapkan oleh DIKTI”

Besarnya biaya kuliah tergantung dari pendapatan orang tua dari masing-masing mahasiswa. Biasanya saat kamu telah dinyatakan lulus seleksi disalah satu PTN baik itu dari jalur SNMPTN, SBMPTN maupun Mandiri, maka kamu akan diperintahkan untuk mengunjungi situs dimana kamu lulus tersebut.

Disitus itu nanti biasanya telah ada pengumuman bagi para calon mahasiswa yang dinyatakan lulus untuk melakukan registrasi online dan membawa beberapa persyaratan saat melakukan daftar ulang nanti.

Biasanya kamu akan disuruh membawa data tentang identitas anda, keluarga dan penghasilan orang tua anda. Data atau berkas-berkas inilah yang nantinya akan menjadi patokan bagi kampus untuk menentukan besaran UKT yang harus anda bayarkan.

Selain penghasilan orang tua, faktor pilihan fakultas dan program studi juga menentukan besaran kuliah kamu. Misalnya Jika Puput kuliah di Fakultas Kedokteran tentu biaya kuliah yang dibebankan kepada puput lebih besar dibandingkan dengan Caca yang kuliah di Fakultas Keguruan dan Pendidikan.

Kebijakan PTN secara umum di Bagi 2 dalam Penentuan UKT

1. UKT sama bagi seluruh Mahasiswa

Sistem UKT seperti ini diterapkan oleh UI dan ITB. Untuk di ITB, UKT di sama ratakan untuk seluruh mahasiswa sebesar 10 juta/semester (Non SBM) dan 20 juta/semester (SBM).

Tapi jika anda keberatan dengan ketetapan UKT tersebut kamu dapat mengajukan keringan sampai 0 Rp/ semester.

Nah bagi kamu yang ekonomi menengah kebawah mungkin UKT tersebut sangat berat, jadi saya sarankan untuk ikut Beasiswa Bidik Misi maupun Beasiswa lainnya yang disedikan oleh kampus.

2. UKT disesuaikan dengan pendapatan orang tua/wali mahasiswa

Kebanyakan PTN di Indonesia menerapkan sistem UKT ini. Biasanya sistem UKT seperti ini dibagi menjadi 5 kelompok mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi, mulai dari UKT 1, UKT 2, UKT 3, UKT, 4, UKT 5. Bahkan ada juga pembagian UKT yang lebih dari 5 kelompok.

Dengan mengikuti sistem UKT seperti ini, maka biaya kuliah akan disesuaikan dengan kemampuan atau penghasilan orang tua tiap bulannya.

Sebagai contohnya, mahasiswa yang memiliki penghasilan orang tuanya rendah akan mendapat tanggungan biaya kuliah yang rendah juga yaitu UKT 1 atau UKT 2 yang berkisar antara 500 rb sampai 2 juta.

Sedangkan untuk mahasiswa yang penghasilan orang tuanya lebih dari 5 juta, maka berkemungkinan besar mahasiswa tersebut akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah paling tinggi.


Berdasarkan keterangan diatas ada beberapa PTN yang menerapkan penentuan sistem besaran UKT berdasarkan jalur masuk mahasiswa seperti di UNDIP, UPI, UNAIR, IB , ITS dimana mahasiswanya yang masuk pada jalur selain SNMPTN maupun SBMPTN seperti jalur Mandiri akan mendapatkan UKT lebih tinggi.

Dalam pengertiannya, bukan berarti yang menepati UKT tertinggi tersebut hanya mahasiswa yang melalui jalur mandiri saja, namun yang jalur SNMPTN dan SBMPTN pun bisa menempati UKT maksimal, tergantung dari pendapatan orang tua dari mahasiswa yang bersangkutan.

Ada juga beberapa PTN yang tidak menjadikan jalur masuk sebagi tolak ukur penentuan UKT mahasiswa, namun lebih menitik beratkan kepada penghasilan/pendapatan dari orang tua.

PTN yang menerapkan sistem UKT seperti ini yaitu UGM, UNNES, IPB, UI dimana para mahasiswanya untuk semua jalur masuk mendapatkan perlakuan yang sama untuk dikelompokkan lagi sesuai dengan penghasilan/pendapatan orang tua dari mahasiswa yang bersangkutan.

Bagi kamu yang ingin kuliah di PTN yang telah kamu impikan sejak lama, ada baiknya kamu mempersiapkannya dengan matang, sebab bukan cuman kamu saja yang akan berjuang namun banyak rekan-rekan sebaya kamu yang juga berjuang memperebutkan satu kursi di PTN.

Untuk kamu yang dinyatakan tidak lulus melalui jalur SNMPTN maupun SBMPTN dan ingin mengikuti ujian mandiri, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu kepada orang tua sebab kebanyakan pada jalur mandiri ini mahasiswa akan mendapatkan UKT yang lebih tinggi. Atau bisa juga kamu mengikuti beasiswa BIDIKMISI yang disediakan oleh pihak KEMENDIKBUD.

0 komentar